Menggunakan PC-Link

Selain dari keypad, memrogram alarm bisa dilakukan pula melalui software. Khusus untuk DSC kita memerlukan software direct download DLS2002, sedangkan hubungan antara PC dengan panel dilakukan dengan kabel PC-Link produk DSC. Tergantung jenis masalahnya, terkadang kita memerlukan bantuan software, misalnya untuk memeriksa nomor telepon CMS di Section [301] supaya tidak terjadi “salah sambung” (tu-la-lit).Cara memasang …

Continue reading →

Setting Auto Arm Disarm Panel DSC PC1616

Salah satu fitur menarik dari DSC PC1616 versi 4.2EU adalah adanya fungsi Auto Disarm. Pada versi sebelumnya yang ada hanya fungsi Auto Arm saja, sehingga untuk membuat alarm mati sendiri secara otomatis diperlukan circuit timer lagi. Fitur Auto Arm Disarm memungkinkan panel aktif dan mati secara otomatis pada jam tertentu (misalnya aktif setiap jam 10 …

Continue reading →

Memrogram Phone Dialing pada Panel DSC New Power Series

Banyak diantara Teknisi yang masih belum berhasil memrogram panel DSC New Power Series agar bisa mendial ke pesawat telepon rumah ataupun HP (celluler). Berikut ini adalah cara mengisi programnya (cobalah untuk satu nomor telepon dulu).1. Masuk Program dengan [*][8][Installer Code]. 2. Tekan [301] – Isikan nomor HP yang dituju – [#].3. Tekan [320] – [01] …

Continue reading →

Tahap Persiapan dan Basic Programming Panel DSC New Power Series

Ketahuilah, bahwa kecermatan dalam pemrograman alarm lebih diutamakan daripada kecepatan. Untuk memperoleh kecermatan dalam pemrograman, kita harus melakukan dulu langkah-langkah persiapan, yaitu: 1. Penandaan titik-titik sensor dan lokasinya. 2. Pembagian sensor ke dalam Zone 1, Zone 2 dan seterusnya. 3. Pengelompokan Zone ke dalam kelompok Delay, Instant, Interior dan 24H. 4. Penetapan Exit dan Entry …

Continue reading →

Belajar Cara Program Alarm

Untuk dapat memrogram panel alarm kita hanya perlu tahu beberapa hal, yaitu: 1. Mengetahui cara masuk program, sebab setiap merk alarm memiliki key-sequence sendiri. 2. Membedakan antara alamat/lokasi dengan isi data. 3. Mengetahui alamat lokasi mana saja yang selalu dipakai, sebab tidak semua alamat/lokasi harus diprogram. 4. Mengetahui key-sequence untuk keluar program. Selain itu tentu …

Continue reading →